DPRD Minta PDAM Samarinda Terbuka

Laporan keuangan badan publik merupakan jenis informasi yang wajib disediakan setiap saat. Namun PDAM Samarinda dinilai abai terhadap hal ini. Dampaknya, publik tidak mengetahui kondisi PDAM yang ternyata sedang dalam keadaan “sakit.
Sebagaimana diberitakan Kaltim Post, Komisi II DPRD Samarinda Angkasa Jaya menyayangkan sikap PDAM yang sejatinya terbuka soal tersebut supaya masyarakat bisa memahami. “Tapi kita tak tahu jika ada intervensi dari pemerintah (Pemkot, Red.),” ucapnya, kemarin (17/3).
Anggaran yang kurang dan kendala teknis selalu menjadi alasan manajemen PDAM atas tak maksimalnya pelayanan dalam menyediakan air bersih, menurut dia, perusahaan pelat merah ini memang perlu anggaran banyak. Namun, dia mengaku anggaran yang biasa diajukan PDAM dipangkas Pemkot. “Padahal dana ini untuk kepentingan publik yang lebih penting,” kata dia.
Sebaiknya, saran dia, tak ada yang salah bila PDAM membeber anggaran yang kurang tersebut. Karena tidak perlu ditutup-tutupi. Jika nanti PDAM sudah mendapat suntikan dana, dia berharapkan profesionalisme dalam pengelolaan anggaran. Ia menyebut, membeberkan anggaran kepada publik juga bisa memberikan pengertian kepada masyarakat. “Intinya, kalau PDAM mau dimengerti masyarakat, berilah pengertian,” tuturnya.
Wakil Ketua DPRD Samarinda Alfian Noor menyebut, jika PDAM mengeluhkan kekurangan anggaran, justru perlu meningkatkan profesionalisme. Sekarang, lanjutnya, sudah ada tim pengawas kinerja PDAM yang diketuai Zulfakar Noor sekaligus Sekkot Samarinda. “Jadi seharusnya maksimalkan saja kinerja tim pengawas tersebut. Sebab masalah sekarang adalah pengelolaan PDAM yang harus ditingkatkan,” pesannya.
Sebelumnya, kekurangan anggaran dan kendala teknis menyebabkan pelayanan PDAM belum bisa maksimal kepada masyarakat. Tatkala dikonfirmasi ke Humas PDAM Samarinda Syarif Rahman Hakim berapa nilai anggaran yang diperlukan, dia mengatakan bukan kewenangannya memberi penjelasan. Menurut dia, hal itu karena dalam pengelolaan dana berada di jajaran direksi. “Saya tidak berani berkomentar. Kapasitas saya hanya memberi keterangan seputar pelayanan dan keluhan pelanggan,” kilahnya. (*/fch/ibr)
Diolah dari kaltimpost.co.id

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

19 − 7 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>