Indonesia Duduki Peringkat 14 dalam Indeks Tata Kelola Sumberdaya

 

RGIJakarta (16/05) – Indonesia menempati peringkat 14 dalam Indeks Tata Kelola Sumberdaya (Resources Governance Index/RGI). RGI merupakan salah satu index untuk mengukur kualitas tata kelola pemerintahan dalam sektor minyak, gas dan pertambangan di 58 Negara. “Laporan ini sangat baik buat pemerintah. Kita bisa lebih jauh melihat apa yang bisa disiapkan oleh pemerintah” ungkap Jajang Sukarna dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia.

Menurut Jajang, Indonesia dulu punya pengalaman memperoleh skor buruk dalam berbagai indeks. Dengan tingginya skor Indonesia dalam RGI ini merupakan kabar baik. “Memang masih banyak masalah. Terutama di UU Pertambangan dan UU Minyak dan Gas belum secara spesifik mengadopsi klausul keterbukaan informasi. Tapi, ini hanya masalah waktu,” Jelasnya.

Ridaya Laodengkowe, salah satu anggota Koalisi Publish What You Pay Indonesia melihat lain hasil RGI ini. Ridaya menilai bahwa isu transparansi sempat mengalami tingkat yang sangat tinggi hingga ke daerah. Akan tetapi, pada kenyataannya paradigma ketertutupan masih kuat di level birokrasi pemerintahan. “Dulu laporan-laporan BPK sempat dipublikasikan di website lembaga negara, akan tetapi banyak yang kemudian ditarik lagi. Termasuk gap informasi transfer pusat ke daerah. Inilah mengapa, dalam RGI ini kontribusi keterbukaan laporan rendah.” tutur Ridaya.

Sementara Purbaya Budi Santosa, pengamat ekonomi menambahkan bahwa salah satu indikatir yang seharusnya berkontribusi besar untuk mendorong transparansi di sektor industri ekstraktif ini nilainya rendah. “EITI yang seharusnya merupakan program andalan untuk mendorong transparansi di sektor ini berjalan dengan lambat. Oleh karena itu, seharusnya RGI ini bisa dijadikan alat pendorong meningkatkan peran EITI,” sarannya.

RGI sendiri merupakan index yang diinisiasi oleh Revenue Watch Institute. Dalam presentasinya, Mattheu Solomon, perwakilan RWI, menyampaikan bahwa ada empat indikator utama yang dijadikan penilaian. Yaitu, susunan kelembagaan dan hukum, praktek-praktek pelaporan, upaya perlindungan dan pengendalian kualitas, dan lingkungan yang mendukung. Pada RGI 2013 ini, tiga peringkat tertinggi ditempati oleh Norwegia, Amaerika Serikat (Gulf of Mexico), dan Inggris. Sementara dua peringkat terbawah diduduki oleh Turkmenistan dan Myanmar. Salah satu basis RGI ini adalah keterbukaan. Pada acara peluncuran RGI tersebut dihadiri oleh peserta dari berbagai unsur, baik masyarakat sipil, lembaga penyelenggara negara ataupun perusahaan ekstraktif[AH]

Info lebih lanjut tentang RGI: www.revenuewatch.org/rgi

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen − five =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>