DBH SDA Tidak Transparan Timbulkan Masalah

IDEA-PWYP

Jakarta – Alokasi Dana Bagi Hasil Sumber Daya Alam selama ini informasinya tertutup. Oleh karena itu, wajar jika memunculkan banyak masalah. Sedikit masyarakat yang memantau. Demikian salah satu poin kesimpulan yang disampaikan oleh Wasingatu Zakiah pada seminar nasional “Pengelolaan Pendapatan Migas dan Pertambangan di Indonesia” di Jakarta (26/06).

Peneliti IDEA Yogyakarta (Institute Development and Economic Analysis) tersebut telah menemukan lima masalah utama permasalahan di antara pemerintah pusat dan daerah pada Penerimaan Negara Bukan Pajak (BNBP) sektor pertambangan. Masalah tersebut yaitu sejumlah perusahaan tidak menyampaikan bukti setor ke PNBP, terbatasnya data hasil rekonsiliasi antara pusat dan daerah, IUP (Izin Usaha Pertambangan) tidak  dilaporka ke pemerintah pusat, terdapat peraturan daerah yang menetapkan PNBP SDA disetor ke kas daerah, dan kurangnya perhatian pemerintah daerah terhadap pengelolaan IUP. “Ada yang tidak sinkron antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah” jelas Zakiah.

Masalah-masalah yang muncul tersebut berkontribusi pada berkurangnya alokasi DBH di daerah-daerah penghasil tambang seperti Kalimantan Timur. Lifting Gas Bumi dan Minyak Kaltim berkontribusi sebanyak 45,08% dan 16,53%. Akan tetapi, APBD 2013 Kaltim sebesar Rp. 13 T. “ini jauh di bawah APBD DKI Jakarta yang lebih dari Rp. 40T, sementara DKI hanya memiliki sektor jasa dan industri.” Ungkap Ujang Rahmadi, Kepala Bidang Ekonomi Badan Perencanaan Daerah Kalimantan Timur.

DBH merupakan salah satu komponen perwujudan “dikuasai oleh negara” dalam UUD 1945 pasal 33. Oleh karena itu, harus “dipergunakan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat”. Kalau pengelolaan DBH seperti ini, “lalu dimana letak klausul dikuasai,” pungkas Zakiah.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

three × 3 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>