Home / Daerah / Kronologi Permintaan Informasi Publik Unimed 1

Kronologi Permintaan Informasi Publik Unimed 1

uprofil

10 April

Hari Selasa tanggal 10 April 2012  pukul 14.30 WIB saya pergi ke kantor Humas UNIMED tepatnya dilantai satu Gedung Administrasi untuk keperluan mengantarkan surat pertama permohonan informasi.

Saya masuk ke dalam ruangan lalu bertanya kepada staff: ”Apakah ini benar kantor Humas”

Mereka jawab: “Iya.”

Kemudian saya menyerahkan surat tersebut kepada salah seorang staf yang ada di kantor Humas tersebut.

Ketika saya memberikan surat, mereka berkata kepada saya: “kamu dari mana?”

“Saya mahasiswa Unimed Fakultas MIPA Bu”, jawab saya.

Kemudian mereka (staff Humas) baca surat tersebut, mereka mengatakan: “Lain kali surat kalau mau membuat yang ditujukan kepada Humas Unimed sebaiknya begini redaksinya : Kepada Yth. Kepala Humas Unimed, bukan kepala biro Humas, karena setiap biro mempunyai humas”.

Kemudian saya katakan, “Jadi bagaimana dengan surat ini bu, apakah saya ganti saja?”

Lalu ibu berkata: “Tidak apa-apa tapi lain kali kalau membuat surat yang tujuannya ke Humas Unimed redaksi katanya seperti yang saya bilang tadi ya.”

“Iya, Bu”, jawab saya.

Kemudian ibu tersebut menyerahkan surat tersebut kepada salah seorang staf yang lain. Ketika diterimanya, saya langsung memberikan surat ekpedisinya untuk ditandatangani. Bapak itu pun menandatanganinya. Setelah surat ekspedisi itu saya terima, saya mengatakan terima kasih kepada staf tersebut kemudian saya permisi keluar.

11 April

Esok harinya Rabu tanggal 11 April 2012 sekitar pukul 15.00 WIB saya dihubungi via ponsel oleh seorang yang mengaku dirinya staf Dekan FMIPA Unimed.

Staf Dekan berkata: “apakah ini benar James Ambarita, Ketua GMKI FMIPA Unimed?”

“Iya, Pak kalau boleh saya tahu ini siapa?” tanya Saya.

“Saya staf Dekan FMIPA Unimed, besok jam 9 pagi Bapak Dekan mengajak kamu bertemu di ruang Dekan, kamu bisa?.

Kemudian saya jawab, “bisa, Pak.”

12 April
Hari Kamis tanggal 12 April 2012 pukul 09.30 WIB saya sampai ke ruang Dekan FMIPA, saya melihat Bapak Dekan di depan pintu ruangannya.

Kemudian saya salam bapak itu dan berkata, “Saya James Ambarita, Pak.”

Kemudian bapak itu menyuruh saya masuk ke ruangannya, saya pun masuk. Saya langsung duduk ketika Bapak Dekan mempersilakan saya duduk.

Bapak Dekan memulai pembicaraan, katanya, “Saya heran, ketika saya baca surat yang kalian tujukan ke Humas Unimed. Pembantu Rektor III marganya Ambarita, kamu marga Ambarita, sekretarismu marga Sirait, saya marga Sirait. Samanya marga kita.”

Lanjut bapak itu berkata, “Kamu sudah semester berapa?”

Saya jawab “Semester dua belas, Pak.”

Tanya Dekan: “Bah, kamu kenapa belum wisuda?”

Saya jawab, “Saya pernah cuti semester Pak, makanya saya lama tamat.”

Ketika bapak itu ingin melanjutkan pembicaraan, bapak Pembantu Dekan III, Ketua Jurusan Matematika dan Bapak Mantan Dekan FMIPA masuk ke ruangan. Saya berdiri dan menyalami mereka.

Bapak Dekan berkata: “Nah, sekarang saya ingin ngomong dulu sama kamu James Ambarita. Saya berbicara kepadamu sebagai orang tuamu di sini. Anggaplah lah saya bapakmu di sini. Aku tidak mau kita beradu argumen di sini terkait surat yang telah kamu buat. Saya mendengar kabar dari atasan bahwa ada mahasiswa FMIPA yang membuat surat permintaan informasi. Setelah saya tahu kamu orangnya lantas saya memanggil kamu. Cobalah kamu pikirkan, di dalam sebuah keluarga apakah seorang anak layak bertanya kepada orang tuanya tentang urusan keluarga, misalnya pengeluaran dan pemasukan keluarga. Saya kira itu tidak layak. Nah, sama seperti yang kamu buat itu, saya pikir itu tidak layak.”.

Kemudian bapak PD III berkata: “Sekarang saya mau bertanya dulu kepadamu, sebenarnya apa tujuan surat yang kamu buat?”

Saya langsung jawab, “Di surat ini kan sudah jelas, di surat ini tertulis tujuan kami membuat surat ini”?

Bapak PD III bertanya lagi: “Itu kan bahasa surat, yang saya maksud sebenarnya apa targetanmu membuat surat ini, apakah kamu mau minta beasiswa S-2 dari Rektor Unimed, atau apa? Kalau seandainya kamu ingin targetan dapat beasiswa S-2, saya pikir kamu salah, karena ketika pendaftaran ulang mahasiswa baru tahun 2011, kau melaporkan ada pungli di di FMIPA, pada saat itu kau seolah-olah dekat dengan Rektor tapi sekarang kau membuat surat ini yang melawan Rektor.”

Saya diam saja tanpa menjawab.

Kemudian Bapak Mantan Dekan berkata, “Dulu ketika saya mahasiswa, saya pernah menjabat sebagai ketua GMKI komisariat FMIPA, yang saya lakukan pada saat itu adalah pembinaan kader, bukan melakukan seperti yang buat ini.”

Kemudian Bapak Ketua Jurusan Matematika berkata: “Yang kalian lakukan ini adalah cara-cara LSM bukan cara mahasiswa. Sekarang aku tanya la dulu, misalnya permintaan informasi ini kamu terima, lantas mau diapakan informasi tersebut?”

Saya jawab: “Kalau informasi itu kami terima, ini kan akan dapat menambah wawasan kami, setidaknya kami pernah mengetahui laporan keuangan suatu universitas, siapa tahu Pak di antara kami nantinya akan konsen bekerja di bidang pembangunan proyek. Jadi sekarang kami bisa belajar.”

Kemudian Bapak PD III berkata sambil memegang fotocopy surat tersebut: “Ketika saya menerima surat ini, saya langsung tunjukkan kepaa pentolan-pentolan GMKI FMIPA yang sudah alumni. Mereka malu ketika membaca surat ini, mereka diam. Jadi sebenarnya kau sudah memalukan organisasimu sendiri dengan surat yang telah kau buat ini. Kau sudah membuat malu senior-seniormu.”

Kemudian saya berkata, “Kenapa saya harus malu, atau saya mau bertanya dulu kepada Bapak-bapak, apakah saya salah membuat surat ini, kalau memang Bapak dapat menunjukkan kesalahan saya dalam surat ini, saya akan menarik surat ini dan tidak akan melanjutkannya.”

Pada saat saya berkata demikian bapak mantan Dekan meninggalkan ruangan, di dalam ruangan itu tinggal 4 orang.

Kemudian Bapak PD III berkata: “Saya pikir suratmu ini salah, tujuan dari surat mu ini bukan ke Humas Unimed, tapi ke Kemendikbud. Isi suratmu ini pun tidak punya etika, kau paksa Humas Unimed harus membalas dalam waktu 10 hari.”

Kemudian Bapak Dekan berkata: “Sudahlah, sudah banyak nasihat yang sudah diberikan oleh orang tua di fakultas ini, ya kami sebagai orang tuamu di sini sangat berharap kamu mau mendengarkan nasihat kami, tapi kalau kamu memang tidak mau, terserahlah. Nah, sekarang saya mau bertanya dulu, apakah surat ini akan kamu lanjutkan kan? Saya pikir sampai di sinilah surat ini biar saya nanti yang urus ke pimpinan universitas bahwa surat ini tidak dilanjutkan. Lebih baik kau urus skripsimu biar cepat wisuda, saya bisa rasakan apa yang dirasakan oleh orang tuamu di kampung sana.”

Kemudian Bapak PD III berkata: “Kami sudah memberikan banyak nasihat, bagus kalau kamu mendengarkan dan melaksakan, tapi kalau tetap kamu mau meneruskan surat ini tentunya ada konsekuensi yang akan kamu hadapi.”

Setelah saya mendengarkan bapak PD III berbicara, saya langsung berkata: “Saya pikir kita sudahi dulu perbincangan kita saat ini, saya mohon maaf ketika karena pertemuan kita ini menjadi halangan bagi bapak-bapak sekalian dalam melaksanakan aktivitas. Terus terang saya bangga bisa berdiskusi dengan Bapak Dekan, Bapak PD III dan Bapak Ketua Jurusan. Baik Pak,  saya tahu bapak-bapak masih banyak kesibukan, saya permisi dulu ya, Pak.”

Kemudian saya berdiri dan menyalami mereka dan beranjak keluar dari ruangan Dekan. (James Ambarita/AA)

Keterangan:

Dekan FMIPA UNIMED                                     : Prof. Drs Motlan, MSc, PhD
Pembantu Dekan III FMIPA UNIMED        : Drs. Asrin Lubis, M.Pd
Ketua Jurusan Matematika                              : Prof. Dr. Muktar, M.Pd
Mantan Dekan                                                        : Prof Drs. Manihar Situmorang, MSc, PhD

Check Also

The Difficulties in Seeing Migrant Workers Information in Cirebon

26 November 2013 Dissemination of Public Information Openness Law (UU KIP) is several regions seems …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

six − 4 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>