Home / Editorial / Selamat Memilih Presiden Baru

Selamat Memilih Presiden Baru

Ada 3 momentum yang menarik perhatian publik, beberapa hari ini. Ramadhan, pilpres, dan piala dunia. Pilihan publik terhadap awal Ramadhan dan tim favorit piala dunia, berbeda-beda. Tapi, coba lihat di dunia nyata dan maya, efek perbedaan itu, kalah dahsyat dari efek perbedaan pilihan terhadap capres-cawapres.

Sepanjang sejarah Indonesia, inilah Pilpres yang paling banyak menyedot emosi publik. Berbagai kalangan, ikut ambil bagian membangun opini. Ratusan komunitas terbentuk untuk menyatakan dukungan atau penolakan, pada calon tertentu. Sejumlah aktivis NGO tak henti berdemonstrasi dan kampanye menolak salah satu calon. Bahkan, sekelompok ulama di Jawa Barat mengeluarkan fatwa haram memilih salah satu calon. Begitulah, mulai dari kiyai hingga artis, mendadak peduli dan jadi brand ambassador.

Di dunia maya tak kalah seru. Masih ingat blunder Wimar Witoelar, hingga ia harus minta maaf ke organisasi Muhammadiyah. Pun jangan heran jika media sosial Anda, tiba-tiba di-unfriend atau di-unfollow, bahkan oleh teman karib sendiri. Karena beda pilihankah? Mungkin. Atau barangkali kampanye Anda yang membuat mereka bosan. Yup, isinya, itu lagi, itu lagi.

Di tengah gemuruh perbincangan itu, sayangnya program ril para Capres-Cawapres tak banyak dibiicarakan khalayak. “2 juta ha sawah baru” Prabowo atau “Kartu Sehat” Jokowi, sepi perdebatan. Apalagi, tentang konsep mereka terhadap reformasi birokrasi, pemberantasan korupsi, pengelolaan sumber daya alam, keterbukaan informasi, dan konsep lainnya, hanya jadi konsumsi sedikit aktivis NGO.

Dalam membangun negeri ini, setidaknya lima tahun ke depan. Bukankah, konsep-konsep itulah yang dibutuhkan? Nah, masih ada waktu untuk berpikir lebih jernih, sebelum menentukan pilihan kita, besok. Selamat memilih Presiden baru.

Check Also

Little_lamp_in_dark_room

Keterbukaan Partai Politik, Retorika Belaka

Editorial. Entah, pepatah atau peribahasa apa yang pas untuk menggambarkan perilaku seperti ini; membuat aturan …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

seventeen − four =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>