Home / Opini / Menggugat Alfamart? Why Not?

Menggugat Alfamart? Why Not?

 

mustolih-siradj
Oleh Mustolih Siradj, Kordinator Jaringan Donatur dan Konsumen se-Nusantara

Alfamart ( PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk) ajukan keberatan atas Putusan Komisi Informasi Pusat (KI Pusat) perihal perintah membuka data sumbangan uang kembalian ke publik (Konsumen). Tanya kenapa?

Uang yang dipungut dari Publik secara masif maka seharusnya bagi lembaga/organisasi yang profesional dan akuntabel akan mempertanggungjawabkan kepada publik kapan saja dibutuhkan, bahkan tanpa diminta sekalipun. Maka sangat janggal apabila ada penyelenggara sumbangan dimintai transparansi oleh donatur/konsumennya “mengelak” dan terkesan “buang badan”. Ada apa dengan Alfamart?

Bagi saya sebagai donatur dan konsumen transparansi dan akuntabikitas yang telah disampaikan Alfamaft (PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk) terkait sumbangan uang kembalian sangat subjektif dan hanya klaim sepihak. Masih jauh dari asas transparansi & Good Corporate Governance (GCG). Buktinya apakah pernah ada publikasi Laporan Keuangan yang sudah diaudit akuntan publik? Maka Alfamart harus diuji. Apalagi sumbangan yang terkumpul mencapai puluhan milyar.

Kedududukan Alfamart dan konsumennya harus diposisikan sejajar, berimbang dan bermartabat karena ini adalah amanat UU No 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen dan asas dalam international consumer protection yang sudah di sepekati di dunia international.

Putusan KI Pusat merupakan putusan yang sangat progresif karena mencerminkan asas keadilan, kemanfaatan dan kepastian hukum bagi konsumen/donatur Alfamart. Maka putusan itu harus dikawal bersama-sama (oleh masyarakat) hingga tuntas.

Putusan KI Pusat adalah kado indah di akhir tahun 2016 bagi konsumen Indonesia. Ini kemenangan bagi konsumen.

Namun, jikapun Alfamart (PT Sumber Alfaria TBk) banding/keberatan dengan putusan KI Pusat saya tidak akan mundur selangkah pun dan tidak akan tinggal diam.

Sederhananya, Alfamart “JUAL”, saya (siap) “BORONG”!!!

Check Also

Toby Mendel kecil

Election Commissions and the Provision of Information: A Comparative Study of Better Practices Globally

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

17 + twelve =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>