Home / Berita / OGI Apresiasi Open Data Keuangan Desa Pemkab Wonosobo

OGI Apresiasi Open Data Keuangan Desa Pemkab Wonosobo

Fitria Findi dari Sekretariat Open Government Indonesia mengapresiasi hasil kerja keras Pemkab Wonosobo dalam rangka membangun Open Data Keuangan Desa di wilayahnya. Menurutnya, Pemda Wonosobo dapat dijadikan sebagai Pemerintah Daerah percontohan karena inovasinya dapat melahirkan praktek lebih baik.

Sebelumnya Findia bercerita, bahwa selama ini, sejak tahun 2016, OGI dalam rencana aksinya mulai melibatkan pemerintah daerah. OGI merasa dan percaya bahwa mendorong keterbukaan tidak hanya cukup dari tingkat pusat, tapi harus mulai dari pemerintah daerah.

“Dan bahkan 5 tahun kami berjalan, kami merasa potensi asetnya itu lebih banyak di pemerintah daerah ketimbang  di pusat,” kata Findia, dalam acara diskusi “Data Terbuka Desa dan Tantangan Memperkuat Partisipasi dalam Pembangunan Desa: Pembelajaran dari Penerapan Open Data Keuangan Desa di Kabupaten Wonosobo”, di bilangan Cikini, Jakarta Pusat, Senin (24/7/2017).

OGI, menurut Findia, merupakan sekretariat yang dibentuk oleh kementerian Bappenas, Kantor Staf Presiden, dan Kementerian Luar Negeri dengan maksud untuk membantu dan mendorong munculnya inisiatif-inisiatif keterbukaan, baik di pemerintah pusat maupun pemerintah daerah.

“Jadi memang ke depannya, sekretariat kami, satu visi misi kami, ingin lebih banyak mengidentifikasi pemda yang seperti Wonosobo ini untuk dijadikan pemda-pemda percontohan. Supaya kita bisa belajar lebih banyak, bisa memunculkan praktek baik lebih banyak. Mudah-mudahan bisa direplikasi lebih banyak pemda,” kata Findia.

Di samping mengucapkan apresiasi kepada Pemkab Wonosobo, OGI pun mengucapkan selamat kepada Infest, institute for education development, social, religius, and cultural studies, yang telah membantu melakukan pendampingan. OGI sepakat dengan penjelasan Irsyadul Ibad, Direktur Infest bahwa pemerintah terlalu banyak memberikan instruksi tapi kurang dalam hal melakukan pendampingan.

“Selamat juga untuk Infest dan teman-teman lain, terima kasih banyak. Karena saya setuju bahwa pemerintah terlalu banyak memberikan instruksi tapi pendampingannya kurang. Terima kasih sudah mendampingi teman-teman kita di daerah,” kata Findia.

Menurutnya, ada dua hal mengapa OGI patut bangga dengan perkembangan inovasi yang dilakukan Pemerintah Wonosobo dan Infest. Pertama, inovasi ini sejalan dengan visi seknas OG, kedua, inovasi ini bisa dijadikan prototipe sederhana yang bisa diadopsi oleh pemda-pemda yang lain.

“Kami menyambut baik perkembangan ini karena dua hal. Yang pertama, apa yang dilakukan oleh Pemkab Wonosobo untuk mendorong keterbukaan data keuangan mereka, kami lihat ini sejalan dengan visi seknas OG tadi. Karena kami ingin mencari, ingin melihat, aplikasi lebih banyak dari pemerintah daerah yang mau bergerak dari zona nyaman mereka, yang gak hanya terkungkung dengan cara dan arah pemerintah pusat. Karena apa yang dilakukan oleh Pemkab Wonosobo ini inovatif. Kalian tidak ikut 100 persen instruksinya pusat, tapi kalian bisa berpikir out of the box dan cari cara mana yang paling pas,” ucapnya.

“Yang kedua, masalah pengelolaan keuangan desa ini menjadi sorotan masyarakat. 20,40,60 triliun. Tahun depan kemungkinan 100 plus triliun, tapi kita tidak pungkiri kita belum punya metode universal yang baik yang diterapkan oleh seluruh Pemda. Ini masalah besar yang menjadi concern kita semua. Oleh karena itu, kita di seknas OG juga punya tanggung jawab untuk bisa mencari prototype yang sesederhana mungkin yang sudah terbukti bisa dipakai di pemda tertentu yang kemudian bisa kita bawa ke lebih banyak pemda untuk mengadopsi. Oleh karena itu, mungkin ini secara informal kami ingin menawarkan, rasanya pemda Wonosobo harus menjadi pemda percontohan kami,” pungkasnya.

 

 

 

 

Check Also

Jokowi Akhirnya Keluarkan Keppres Perpanjangan Anggota Komisi Informasi Pusat

Presiden Joko Widodo akhirnya mengeluarkan Keputusan Presiden (Keppres) tentang perpanjangan masa jabatan keanggotaan Komisi Informasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

five × 2 =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>