Home / Berita / Menang Sengketa Informasi, Heru Dilaporkan ke Polisi

Menang Sengketa Informasi, Heru Dilaporkan ke Polisi

Heru Narsono, pemohon informasi pada PPKM FKUI (Perkumpulan Penyantun Kesejahteraan Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia) dilaporkan ke polisi setelah dirinya memenangkan sengketa atas informasi publik di Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta.

“Saya mendapat panggilan dari polisi atas pelaporan seseorang sebagai Ketua Lembaga yang saya sengketakan kemarin,” ujar Heru, Senin (31/7/2017) di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta.

Berdasarkan kesaksian Heru, penyebab terjadinya Sengketa Informasi Publik antara dirinya dengan PPKM FKUI lantaran pihak PPKM FKUI tidak menggubris segala permohonan informasi yang dia minta.

Permohonan informasi yang Heru tujukan ke PPKM FKUI sebagaimana tertulis dalam salinan putusan Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta di antaranya adalah daftar donatur dan besaran uang yang diserahkan kepada PPKM FKUI tahun 2010-2016, laporan serta bukti pengeluaran tahun 2010-2015, susunan kepengurusan PPKM FKUI 2010-2016 yang memiliki legalitas,  proposal anggaran yang ditujukan kepada PPKM FKUI, serta daftar asset PPKM FKUI sampai tahun 2016.

Menurut Heru, awal mula dirinya melayangkan surat permohonan informasi kepada PPKM FKUI dimulai sejak tanggal 23 Agustus 2016, namun permohonannya tidak ditanggapi. Kemudian Heru membuat surat keberatan pada 15 September 2016, juga tidak ditanggapi. Setelah itu, barulah pada tanggal 8 November 2016 Heru menyengketakan PPKM FKUI ke Komisi Informasi Provinsi DKI Jakarta.

Dalam sidang Sengketa Informasi Publik tersebut, akhirnya Heru menang, dan PPKM FKUI diperintahkan untuk membuka segala informasi yang Heru minta. “17 Mei 2017 KIP (KI Provinsi DKI Jakarta) memutuskan seluruh informasi tersebut wajib diberikan kepada saya, kepada pemohon,” ucapnya.

Namun alih-alih melaksanakan amar putusan KI Provinsi DKI Jakarta, PPKM FKUI  malah melaporkan balik Heru ke Polrest Jakarta Pusat atas tuduhan penggelapan dan atau pencurian biasa dan atau keterangan palsu di Ruang Sidang Ajudikasi Gedung Graha Mental Spiritual pada 8 Februari 2017. Tuduhan kepada Heru tersebut terekam berdasarkan surat panggilan Polrest Jakarta Pusat dengan Nomor: S.Pgl/2901/S.14/VII/2017/Res JP.

“Kemudian tanggal 26 Mei saya dilaporkan  oleh Wirdawati Syamsul, pihak dari termohon (PPKM FKUI). Tanggal 22 Juli 2017 surat panggilan (Polrest) datang ke rumah saya,” kata Heru.

 

 

Check Also

MA Tolak Kasasi KontraS Soal Putusan TPF Munir

Jakarta – Beberapa waktu yang lalu, KontraS mengajukan gugatan Kasasi soal putusan Komisi Keterbukaan Informasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 × four =

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>