TEHERAN–MICOM: Kementerian Telekomunikasi Iran telah melarang operator telepon, perusahaan asuransi dan bank lokal menggunakan surel (surat elektronik) yang bersumber dari luar negeri untuk berkomunikasi dengan nasabah, kata satu mingguan khusus, Sabtu (12/5).

“Menteri telekomunikasi telah memerintahkan penggunan nama domain yang berakhir dengan .ir”, milik Iran, kata Asr Ertebatat.

Instruksi itu melarang bank, perusahaan asuransi dan perusahaan telepon menggunakan provider asing buat situs mereka atau memberitahu nasabah mereka dengan menggunakan provider asing seperti Yahoo, Gmail, Hotmail atau MSN, katanya.

Mingguan tersebut melaporkan orang yang berusaha berkomunikasi dengan perusahaan semacam itu sekarang harus menggunakan alamat surel yang berakhir dengan “iran.ir”, “post.ir”, atau ‘chmail.ir”.

Lembaga yang berkaitan dengan pemerintah Iran harus menggunakan alamat yang berakhir dengan “gov.ir., atau .ir”, sementara universitas mesti menggunakan surel yang berakhiran “ac.ir” atau “.ir”, tambah laporan itu.

Iran telah mengumumkan hingga Mei, satu jaringan informasi nasional akan digunakan untuk menggantikan Internet dalam penangangan administrasi harian semua lembaga negara, sistem perbankan dan perusahaan swasta.

Secara resmi, peluncuran “Iranian Internet” itu bertujuan menjamin keamanan komunikasi dengan membuatnya terbebas dari operator Internet asing.

Pemerintah Iran pada Desember mengumumkan pemerintah telah memulangkan 90 persen jejaring resmi dan mendorong semua perusahaan Iran melakukan tindakan yang sama.

Selama dua tahun belakangan, Teheran telah menghadapi sanksi keuangan dan ekonomi Barat akibat program nuklir kontroversialnya.

Pemerintah juga secara rutin telah menuduh Barat menggunakan jejaring untuk melancarkan perang yang tak diumumkan guna merusak kestabilannya. Sementara itu Menteri Telekomunikasi Reza Taghipour telah menyatakan Google dan Yahoo menjadi ancaman bagi keamanan nasional Iran.

Dengan lebih dari 36 juta pengguna Internet dari 75 juta warga Iran, media elektronik memainkan peran utama dalam protes rakyat –yang mengguncang negeri tersebut setelah terpilihnya kembali Presiden Mahmoud Ahmadinejad pada 2009 menjadi sengketa.

Pemerintah sejak itu telah menghentikan atau mengurangi kecepatan dan koneksi Internet.

Namun Kementerian Telekomunikasi pada April membantah bahwa pemerintah telah memutuskan untuk menghentikan koneksi Internet dari luar negeri guna mendukung perkembangan intranet Iran sendiri.

Awal 2012, akses ke surel yang bersumber pada provider asing diputus tanpa penjelasan, sehingga mengganggu operasi banyak perusahaan dan jutaan warga Iran. Pada saat yang sama, pemutusan tersebut memicu kecaman pedas dari dalam pemerintah.

Sejak kerusuhan 2009, pemerintah telah secara drastis mengurangi lebar pita (bandwidth) Internet yang tersedia dan menghalangi akses ke puluhan ribu jejaring asing, termasuk situs oposisi.

Presiden AS Barack Obama pada Maret menuduh Iran “memberlakukan tirai penyensoran elektronik”, dan mengumumkan tindakan guna memanfaatkan perangkat lunak dan media sosial untuk membantu rakyat Iran berkomunikasi daring. (Ant/OL-2)