Jurnalisme Warga Membangun Keterbukaan Informasi Publik

jurn
Jurnalisme warga membangun keterbukaan informasi publik. Sumber: liputan6.com

Jurnalisme warga adalah salah satu upaya perbaikan penyampaian informasi publik dengan membangun keterbukaan dan mendorong keaktifan Pemda untuk memberikan informasi. Sehingga memudahkan masyarakat untuk mengakses informasi di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat.

Karena itulah, U.S. Agency for International Development (USAID)-Indonesia, LPS AIR, Bappeda Kabupaten Sambas yang merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan Negara Malaysia, dan KINERJA bekerja sama mengadakan pelatihan jurnalisme warga, pada 12-13 Juni di aula Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Kabupaten Sambas.

Pelatihan diikuti sebanyak 25 peserta dari berbagai kalangan. Ada mahasiswa, komunitas pembuat film, penyiar radio, aktivis LSM, pecinta fotografi dan lainnya.

M Isra’ Ridwan, fasilitator Daerah Kabupaten Sambas untuk program media dari LPS AIR mengatakan, cara mengaktifkan jurnalisme warga adalah dengan mengangkat isu yang berkaitan dengan bidang pendidikan, dan kesehatan di wilayah ini.

“Yang mana dua isu itu merupakan target program USAID Indonesia di Kabupaten Sambas,” kata Ridwan dalam pelatihan tersebut.

Dari pelatihan ini, Ridwan juga berharap para jurnalisme warga bisa mendapatkan ilmu dan menggali informasi dari sejumlah narasumber. Terutama dalam menggali ke sasaran program. Ke depannya, pelatihan ini akan lebih menekankan kepada isu-isu
yang mungkin terlewatkan oleh media.

“Nantinya, sebuah berita yang biasa kita angkat ke permukaan. Menguatkan kembali terkait penulisan bagi jurnalisme warga itu sendiri,” Ridwan menambahkan.

Local Public Service Specialist (LPSS) Program KINERJA USAID, Mustain mengatakan, pelatihan jurnalisme mendorong program peningkatan pelayanan publik di Kabupaten Sambas yang lebih baik dan transparan.

“Jurnalisme warga dapat mendukung pelayanan publik yang lebih baik di Kabupaten Sambas,” katanya.

Ia berpendapat, sekarang ini melihat kontribusi yang ada, memang banyak kendala. Sehingga perlu upaya mendorong transparansi, akuntabilitas, dan tata kelola pemerintah yang baik.

Menurutnya, jurnalisme warga perlu ada, untuk terus mewartakan perbaikan pelayanan publik. “Ini memang harus berjalan, karena salah satu tujuan kita supaya masyarakat ikut berpartisipasi dalam pelayanan publik yang baik pula,” harapnya.

Oleh karena itu, pihaknya membangun jaringan terkait isu pendidikan dan kesehatan. Karenanya perlu keterlibatan warga dalam menggali isu-isu pelayanan publik, seperti pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Kabupaten Sambas, Yusniardi mengatakan, pelatihan jurnalisme warga erat hubungannya dengan kehumasan, karena berkaitan dengan keterbukaan informasi publik di wilayah ini.

“Di Kabupaten Sambas sudah terbentuk Pejabat Pengelola Informasi Daerah (PPID). PPID sekarang berada di Humas,” katanya. (Aceng Mukaram/Mar)

Aceng Mukaram adalah pewarta warga

Sumber: http://news.liputan6.com/read/611992/jurnalisme-warga-membangun-keterbukaan-informasi-publik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

fifteen − 6 =