IPC Kembangkan Modul Training KIP Dalam Pemilu

Indonesian Parliamentary Center (IPC), Jumat, 24/12, menyelenggarakan diskusi pengembangan modul Pelatihan Keterbukaan Infromasi Dalam Pemilihan Umum. Direktur IPC, Sulastio mengatakan modul ini akan menjadi panduan dalam melaksanakan pelatihan keterbukaan informasi di Aceh,  Makassar, Surabaya, dan Jakarta, pada Februari mendatang.

Sulastio mengungkapkan salah satu program yang digagas oleh IPC saat ini adalah mendorong keterbukaan informasi sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (UU KIP). Menurutnya, pemahaman UU KIP ini sangat penting untuk kualitas proses dan hasil pemilu 2014 mendatang.

Dalam kesempatan yang sama, Masykurudin Hafidz, peneliti Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) mengatakan badan publik penyelenggara pemilu di daerah-daerah, belum semuanya terbuka. Pengalaman pada relawan JPPR menunjukkan bahwa banyak peminta informasi yang hanya dilayani melalui jalur pribadi. Bahkan tidak sedikit pula yang tidak dilayani.

Aktivis Media-Link, Najib, menyatakan pengembangan modul dan pelaksanaan pelatihan perlu melibatkan badan publik penyelenggara pemilu, agar mereka juga memahami bagaimana UU KIP. diimplementasikan  Sementara itu, peneliti ICEL, Dessy Eko Prayitno berharap modul dan pelatihan ini berguna untuk menciptakan pemilihan umum yang baik, jujur, dan transparan. “Pemilu yang baik akan melahirkan pemimpin yang baik pula,” pungkasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

one + five =