Jakarta,-Berkaitan dengan ketentuan Undang-Undang No 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, Badan Pusat Statistik terus melakukan upaya untuk menyesuaikan dengan aturan yang ada. Salah satu caranya membuka informasi data seluas-luasnya melalui website.

“Menurut saya mungkin belum seratus persen, tapi kita terus melengkapi informasi di sana,” ungkap Kepala BPS Dr. Suryamin ketika ditemui kebebasaninformasi.org selepas diskusi Open Indonesia Forum (OIF) dengan tema “Integritas Layanan Informasi BPS” yang akan diselenggarakan PATTIRO Rabu, (17/9) di Akmani Hotel, Jakarta Pusat.

Menurut dia, di website yang berlamat di bps.go.id tersebut BPS sudah mengunggah banyak data yang paling tua data statistik tahun 1978. “Kita bagi di dalam subyek, misalkan data kependudukan, perekonomian, pertanian. Di sana ada sekelompok subyek untuk kependudukan, untuk ekonomi ada inflasi ada ekspor impor, kemudian untuk pertanian ada produk petani, jumlah petani, luas pertanian, jenis-jenis tanaman, segala macam sudah ada di situ,” terangnya.

Tapi memang, kata dia, tidak sampai pada data mikro semisal alamat seseorang karena data yang diunggah BPS adalah data yang anonymus, tidak boleh terdeteksi sampai ke tingkat itu.

Ia meminta pada masyarakat untuk mengunjungi website tersebut serta memanfaatkan data-datanya. Ia juga berharap supaya bisa bekerja sama dengan mengisi angket dan memberikan masukan untuk pelayanan website tersebut.

“Silahkan, kalau ada data BPS atau minat supaya data tersebut ada di BPS itu disampaikan karena bisa jadi data tersebut tidak ada di BPS,” tambahnya.

Untuk itu, pihaknya sudah melakukan sosialisasi pada masyarakat melalui pertemuan-pertemuan, pameran, membagi-bagikan brosur, serta seminar-seminar.

Sejauh ini, lanjut dia, dari sisi pendidikan, pengguna BPS masih didominasi mahasiswa untuk makalah dan skripsi serta anak sekolah menengah atas untuk tugas akhir. “Itu paling banyak. Tapi kalau ingin melihat lebih jelas siapa yang mengakses data BPS, silakan kunjungi website kami, di situ ada keterangannya,” imbuhnya. (AA)