Mengolah Data Pilkada Lebih Bermakna

pilkada

Jakarta (7/09)- Informasi apa yang dibutuhkan masyarakat saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada)? Cara mencoblos, tempat mencoblos, cara mendaftar sebagai pemilih. Bukan hal sulit memperoleh informasi itu. Komisi Pemilihan Umum punya perangkat hingga tingkat RT untuk menyosialisaikannya. Termasuk para kandidat: siapa mereka? Pendidikannya apa? KPU juga mempublikasikannya. Tapi, informasi terkait komitmen dan integritas itu yang sulit dicari. Misalnya, si calon A itu pernah melakukan tindak pidana apa. Padahal, itu esensi dari pemilihan: memperoleh pemimpin yang berkualitas dan berintegritas.

“Transparansi harus menemukan manfaatnya” kata Erik Kurniawan, Peneliti Indonesian Parliamentary Center. untuk memberikan informasi yang berkualitas kepada pemilih, maka kita perlu memilah: informasi apa yang hendak diberikan, kepada siapa, dan untuk tujuan apa.

“Dalam kasus calon petahana, kita bisa kasih data mengenai komitmen si calon dalam anggaran daerah pada isu perempuan. Data olahannya kita kasih pada kelompok perempuan. Supaya mereka bisa menilai, apakah si calon masih layak untuk dipilih”

Pandu, dari Code for Bandung membagi pengalamannya. Pengisian izin membangun gedung (rumah, ruko) membingungkan warga Bandung. Ini peluang bagi para calo. “Kami mempertemukan orang-orang Dinas (Pertanahan) dengan warga. Ketemu. Ternyata kesulitannya pada pengisian formulir” jelas Pandu.

Code for Bandung mendorong komitmen dengan Pemerintah Kota Bandung untuk deklarasi data terbuka. Selama dua tahun terakhir, Code telah berkolaborasi dengan belasan komunitas untuk mendorong data terbuka bagi masyarakat. “Informasi mengenai formulir yang jelas bagi masyarakat ternyata mampu menyelesaikan satu persoalan” kata Pandu.

Data Pilkada disediakan oleh KPU, tapi sebagian besar kurang menarik. Partisipasi masyarakat perlu ditingkatkan untuk menambah nilai informasi yang telah dipublikasikan oleh KPU. Selain itu, crosscheck antar data yang dikeluarkan KPU dengan Badan Publik lain perlu dilakukan untuk meningkatkan nilai informasi. [AH]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

20 − 15 =